MANGUPURANEWS – KUTA, Perayaan ulang tahun ke-12 Natya Hotel & Resort berlangsung hangat dan sederhana, namun sarat makna. Momentum ini sekaligus menandai peluncuran spirit baru bertajuk “Natya Hotel is My Life’s Adventure”, bertepatan dengan hari ulang tahun ke-56 sang pendiri, I Nengah Natyanta. Suasana kian semarak dengan penampilan duet penyanyi lokal Widi Widiana dan Dek Ulik yang membawakan tembang-tembang populer.
Bernaung di bawah PT Bali Pawiwahan, Natya Hotel & Resort telah melalui perjalanan panjang selama 12 tahun, termasuk menghadapi tekanan persaingan global dan badai pandemi Covid-19. Di saat banyak usaha perhotelan terpuruk, jaringan ini justru mampu bertahan dan memperkuat posisinya sebagai pilihan hunian yang diperhitungkan di Bali dan Lombok.

Komitmen terhadap nilai inti keramahtamahan menjadi fondasi utama. Natya menegaskan layanan yang personal dan tulus melayani dengan sepenuh hati, sebagai ciri khas di seluruh propertinya. Nilai tersebut terus diperkuat melalui peningkatan kualitas layanan, pengembangan infrastruktur, serta penguatan kompetensi sumber daya manusia agar selaras dengan dinamika industri global.
Menurut I Nengah Natyanta, pembaruan tema dan jargon bukan sekadar simbol, melainkan penegasan arah perusahaan yang memprioritaskan kepuasan pelanggan. “Spirit baru ini menuntut kualitas layanan yang terus diperbarui agar relevan dan berdaya saing,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, sang istri Ni Ketut Siti Maryati, yang juga pendiri dan pemilik Coco Group (mencakup Coco Mart, Coco Express, Coco Supermarket, Natys Restaurant, Coco Roti, dan Pie Susu Maya), menegaskan komitmen eksplorasi sumber daya untuk memperbarui layanan hospitality. Inovasi fasilitas hingga pemasaran berbasis Artificial Intelligence (AI) akan diadopsi sesuai kebutuhan dan perkembangan global. Di balik perannya di manajemen, ia tetap dikenal ramah, membumi, dan bersahaja.
Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Natya Hotel & Resort, Gusti Paramarta, menyebut usia 12 tahun sebagai fase kedewasaan perusahaan. Spirit “My Life’s Adventure” dipandang sebagai dorongan untuk bergerak lebih cepat, strategis, dan adaptif menghadapi ketatnya persaingan industri perhotelan di Bali.
Ia menambahkan, kunci hospitality terletak pada kesiapan produk dan layanan pelanggan yang unggul. Setiap divisi didorong menjalankan SOP berstandar baku, membaca ekspektasi tamu, serta melampaui kepuasan pelanggan (exceeding customer satisfaction). “Pengembangan tim melalui pelatihan berkelanjutan dan monitoring korporat menjadi penopang agar komitmen layanan berjalan konsisten,” pungkasnya. (red/hd)
























































