MANGUPURANEWS – BADUNG, Sejumlah warga menyatakan keluhan, karena aktivitas proyek pembangunan drainase dan trotoar di sepanjang jalur Perang-Lukluk, Kelurahan Lukluk, Kabupaten Badung, Jumat, 16 Mei 2025.
Pasalnya, pembangunan drainase dan trotoar tersebut menyebabkan kemacetan lalu lintas, lantaran pekerjaan proyek drainase dan trotoar diduga tidak dilengkapi rekayasa lalu lintas (lalin).
“Kami sering lewat jalur Perang-Lukluk tembus ke Kapal dipastikan selalu macet, ditambah adanya pembangunan drainase dan trotoar, apalagi jalur itu tidak dilengkapi rekayasa lalu lintas, dan kadang-kadang jalur arah lukluk ke Perang ditutup sehingga menambah kemacetan parah di Jalur Kapal-Lukluk-Sempidi” kata salah seorang warga lokal di daerah tersebut.
Masyarakat pengguna jalan yang mau melintas diljalur ini diharapkan mencari alternatif jalur lain demi kenyamanan perjalanannya.
Patut diketahui, bahwa pembangunan tersebut menggunakan mata anggaran APBD Badung Tahun Anggaran 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas PUPR Kabupaten Badung sebesar Rp 8,6 milyar lebih, yang tepatnya berjumlah Rp. 8.663.523.070,00.
Hingga saat ini, proyek pembangunan masih dalam masa pengerjaan dengan kontraktor pelaksana adalah PT. Nata Buana Raya, dengan pekerjaan dimulai, pada 7 Maret 2025 berdasarkan SPMK nomor : 600.1.8./71/BM-2.07/III/2025.
Disebutkan, waktu pelaksanaan 180 hari kalender dengan Konsultan Pengawas dari CV. Adiguna Karma Konsultan. (red/tim).
























































