MANGUPURANEWS – BADUNG, Pesatnya perkembangan pariwisata di kawasan Canggu dan sekitarnya membawa tantangan besar bagi keamanan wilayah. Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Desa Tibubeneng bersama Polres Badung resmi meluncurkan program Digital Jagabaya atau yang disingkat “Dijaga Ya”.
Langkah ini diambil menyusul semakin beratnya beban pengamanan di lapangan akibat lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik. Sebagai solusinya, integrasi antara pengawasan digital dan kearifan lokal kini diterapkan secara masif.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 69 kamera CCTV telah disebar dan dipasang di 28 titik strategis di seluruh wilayah Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung.
Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba, S.H., S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa inisiatif swadaya dari masyarakat dan pemdes Tibubeneng ini sangat krusial. Pasalnya, fasilitas CCTV yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Badung saat ini masih terbatas pada jalur-jalur protokol atau jalan utama saja, belum menyentuh area pemukiman desa maupun banjar.
“Digital Jagabaya ini adalah program kolaborasi yang tetap mengakomodir kearifan lokal dengan dukungan teknologi. Keberadaan sistem ini akan sangat bermanfaat bagi unsur keamanan desa, elemen masyarakat, dan tentunya pihak kepolisian,” ujar AKBP Joseph Edward Purba, Senin (15/6/2026).
Ia juga menambahkan bahwa proyek ini tidak akan berhenti di sini. Pihak kepolisian dan desa berencana untuk terus mengembangkan jaringan pengawasan ini dengan menggandeng para pelaku usaha akomodasi wisata di kawasan Tibubeneng.
Sementara itu, Perbekel Desa Tibubeneng, I Made Kamejaya, mengakui bahwa menjaga ketertiban di tengah heterogenitas destinasi wisata bukanlah perkara mudah. Pihaknya bahkan telah mengeluarkan MoU khusus terkait pengamanan digital ini.
Hadirnya puluhan kamera pengawas ini diproyeksikan menjadi “mata kedua” yang akan sangat membantu tugas operasional petugas keamanan tradisional seperti Linmas dan Pecalang, serta personel Polsek Kuta Utara.
“Kami merasakan betapa beratnya menghadirkan keamanan di tengah perkembangan pariwisata saat ini. Dengan pengawasan sistem digital ini, kami berharap dapat memudahkan pengungkapan kasus, memonitor kejadian secara real-time, dan menjaga ketertiban wilayah pariwisata kami,” tegas I Made Kamejaya.
Dengan terealisasinya sistem keamanan berbasis digital ini, Desa Tibubeneng kini diharapkan menjadi pilot project atau desa percontohan bagi wilayah-wilayah wisata lain di Kabupaten Badung dalam menekan angka kriminalitas serta memberikan rasa aman bagi warga lokal maupun wisatawan asing. (red-tim)

























































