DPRD Badung Matangkan Konsep Museum Perdamaian Bali Berbasis Filosofi Sejarah

img 20251207 wa0007
banner 468x60

MANGUPURANEWS – BADUNG, Persiapan pembangunan Museum Perdamaian Bali di kawasan Legian, Kuta, mulai memasuki tahap koordinasi lintas OPD. Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, yang memimpin rapat tersebut, menekankan bahwa museum ini harus dibangun dengan visi yang matang, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga dari kekuatan pesan sejarah dan filosofinya.

Menurut Anom Gumanti, kehadiran museum ini harus menjadi pengingat bahwa Bali adalah ruang yang menjunjung harmoni.

Bacaan Lainnya
banner 300250

“Museum ini harus bisa bercerita, mengajak pengunjung belajar dari masa lalu untuk menjaga perdamaian ke depan,” ungkapnya.

Ketua Komisi II DPRD Badung I Made Sada bersama anggota DPRD Wayan Puspa Negara turut memberi perhatian khusus pada konsep desain. Mereka meminta agar karya arsitektur yang dibangun mencerminkan nilai budaya Bali serta memberi ruang untuk pemaknaan yang lebih dalam.

Tim Konsultan Dinas PUPR Badung menyampaikan desain awal museum, termasuk penataan ruang dan integrasi unsur budaya lokal yang menjadi identitasnya.

Selain DPRD, jajaran Organisasi Perangkat Daerah Badung juga hadir, termasuk Dinas Kebudayaan, Bappeda, BPKAD, dan perangkat wilayah Kuta. Plt. Asisten I Setda Badung Wayan Wijana memastikan seluruh proses pembangunan akan dikawal dengan prinsip keterbukaan dan akuntabilitas.

Pemkab Badung berharap museum ini menjadi ikon edukasi baru di Kuta, menambah ragam daya tarik wisata sekaligus memperkuat citra Bali sebagai pusat budaya dan perdamaian. (red)

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses