MANGUPURANEWS – DENPASAR, Komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam memperluas jejaring kerja sama internasional kembali ditegaskan. Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi Duta Besar Republik Slovakia untuk Indonesia, Tomas Ferko, di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Senin (19/1).
Audiensi tersebut menjadi ajang perkenalan resmi Duta Besar Republik Slovakia untuk Indonesia yang hadir bersama Konsul Kehormatan Republik Slovakia di Indonesia, khususnya yang membawahi wilayah Provinsi Bali. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, terbuka, dan konstruktif, dengan dialog yang menitikberatkan pada penguatan hubungan bilateral serta visi kerja sama jangka panjang.
Gubernur Wayan Koster menyambut positif pertemuan tersebut sebagai langkah awal mempererat hubungan antara Bali dan Republik Slovakia. Pembahasan difokuskan pada penjajakan peluang kerja sama strategis, termasuk rencana pengembangan program sister city yang diharapkan mampu mempertemukan potensi daerah di kedua wilayah, terutama di sektor budaya, pendidikan, ekonomi kreatif, dan pariwisata berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Duta Besar Slovakia bersama Konsul Kehormatan juga menyampaikan undangan resmi kepada Gubernur Bali untuk menghadiri peresmian Kantor Konsulat Republik Slovakia di Bali yang dijadwalkan pada 2 Februari 2026. Acara tersebut direncanakan akan dihadiri langsung oleh Menteri Luar Negeri Republik Slovakia, sebagai simbol penguatan hubungan diplomatik di tingkat regional.
Pertemuan juga membahas peluang kerja sama di bidang ketenagakerjaan, khususnya terkait pengadaan dan penempatan tenaga kerja migran Indonesia di Republik Slovakia. Kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang kerja baru bagi masyarakat, dengan tetap mengedepankan prinsip perlindungan, keamanan, dan kesejahteraan tenaga kerja.
Sebagai bentuk promosi potensi lokal, Gubernur Bali turut memperkenalkan produk unggulan UKM dan UMKM Bali kepada para tamu. Dalam suasana penuh keakraban, Gubernur mengajak tamu kehormatan menikmati sajian khas Bali berupa arak Bali sederhana yang dipadukan dengan kopi Bali murni tanpa gula, sebagai simbol persahabatan sekaligus pengenalan hasil pertanian lokal Bali ke kancah internasional.
Audiensi tersebut tidak sekadar menjadi seremoni diplomatik, melainkan mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal Bali yang menjunjung kejujuran, kesederhanaan, dan keseimbangan. Di balik kebersamaan tersebut, tersirat pesan bahwa kerja sama yang dibangun ke depan diharapkan berlandaskan kepercayaan, kesetaraan, dan saling menghormati. (red)
























































