Made Sumerta Desak Perumda Tirta Mangutama Segera Realisasikan Reservoir Pecatu

img 20260406 wa0162
banner 468x60

MANGUPURANEWS – BADUNG, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Badung, I Made Sumerta, mendesak Perumda Air Minum Tirta Mangutama untuk segera merealisasikan pembangunan reservoir di Desa Pecatu. Hingga saat ini, proyek tersebut belum juga terlaksana meskipun dinilai sangat mendesak bagi kebutuhan masyarakat.

Desakan itu disampaikan dalam Rapat Kerja (Raker) antara Komisi III DPRD Badung dan Perumda Air Minum Tirta Mangutama yang digelar di Ruang Rapat Gosana II, Kantor Sekretariat DPRD Badung, Senin (6/4/2026).

Bacaan Lainnya
banner 300250

Menurut Sumerta, yang juga menjabat sebagai Bendesa Adat Pecatu, keberadaan reservoir menjadi kebutuhan vital, terutama bagi masyarakat di Desa Pecatu dan kawasan Kuta Selatan. Ia menilai distribusi air bersih di wilayah tersebut masih belum optimal dan belum menjangkau seluruh warga secara merata.

Data yang dipaparkan Perumda menunjukkan cakupan pelayanan air bersih di kawasan Kuta dan Kuta Selatan baru mencapai 92,95 persen. Angka ini mengindikasikan masih adanya masyarakat yang belum menikmati akses air bersih secara maksimal.

Kondisi geografis Kuta Selatan yang didominasi kawasan perbukitan kapur turut menjadi tantangan tersendiri dalam penyediaan air bersih. Reservoir di Labuan Sait dengan kapasitas 3.000 meter kubik disebut belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara keseluruhan.

Sumerta mengungkapkan, masyarakat kerap mempertanyakan kejelasan pembangunan reservoir tersebut. Padahal, lahan untuk pembangunan sudah tersedia dan siap dimanfaatkan.

Selain itu, ia juga menyoroti maraknya kasus pencurian meteran air milik warga. Persoalan ini dinilai meresahkan, terlebih adanya dugaan meteran yang hilang diperjualbelikan kembali oleh pihak tertentu.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu sistem pelayanan air bersih secara keseluruhan.

Ia pun berharap Perumda Tirta Mangutama dapat mempercepat pembangunan reservoir, termasuk di wilayah Pecatu. Penambahan infrastruktur ini diyakini mampu meningkatkan cakupan layanan air bersih di Badung yang saat ini baru mencapai 62,76 persen, menuju target pelayanan penuh.

Selain itu, pembangunan reservoir juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan air tanah dan sumur bor, yang dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan. (red)

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses