Pansus DPRD Bali Sidak Nuanu Creative City, Manajemen Tegaskan Kepatuhan terhadap Izin dan Lingkungan

img 20251017 wa0211
Pansus TRAP DPRD Bali meninjau kawasan Nuanu Creative City di Tabanan, Jumat (17/10/2025).
banner 468x60

MANGUPURANEWS – TABANAN, Panitia Khusus Tata Ruang, Perizinan, dan Aset Daerah (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali melakukan inspeksi lapangan ke kawasan Nuanu Creative City di Kabupaten Tabanan, Jumat (17/10/2025).

Dalam kunjungan tersebut, tim Pansus bersama manajemen Nuanu melakukan penutupan sementara terhadap Utopia Cafe Club, yang berada di area sebelah Luna Beach Club, lantaran dinilai melanggar ketentuan sempadan tebing.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Selain meninjau sejumlah titik, termasuk Luna Beach Club, Pansus DPRD Bali juga membahas berbagai regulasi yang berkaitan dengan proses pembangunan dan kepatuhan terhadap izin lingkungan.

Menanggapi kunjungan tersebut, pihak Nuanu Creative City menegaskan komitmennya untuk mematuhi seluruh ketentuan hukum serta standar lingkungan yang berlaku di Indonesia.

“Kami memastikan seluruh kegiatan pengembangan di kawasan Nuanu telah dilengkapi dengan izin yang sah dan lengkap,” ujar Gede Wahyu Harianto, Senior Legal Officer Nuanu Creative City.

Ia menjelaskan, seluruh dokumen perizinan penting seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Sertifikat Laik Fungsi (SLF), dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) telah dipenuhi melalui mekanisme resmi sesuai peraturan perundangan.

Nuanu juga menegaskan komitmennya untuk menjalankan seluruh kegiatan secara transparan, berlandaskan hukum, dan terbuka untuk berdialog dengan DPRD demi memastikan keselarasan dalam setiap proses pembangunan.

Menurut pihak manajemen, seluruh proyek di kawasan Nuanu dilakukan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan, sejalan dengan prinsip pelestarian lingkungan dan kepentingan masyarakat lokal.

Sejumlah program unggulan seperti Magic Garden dan Miyawaki Forest Project menjadi bukti investasi berkelanjutan Nuanu dalam bidang ekologi, kreativitas, dan pendidikan di Tabanan.

Sebagai bagian dari misi lingkungan yang lebih luas, Nuanu juga mengembangkan program perlindungan mangrove, restorasi keanekaragaman hayati, serta pembentukan habitat penyerbuk di lahan seluas 44 hektar. Hingga kini, lebih dari 15.000 pohon telah ditanam melalui inisiatif reforestasi.

Selain aspek lingkungan, Nuanu Social Fund telah menyalurkan bantuan bagi lebih dari 1.000 penerima manfaat, termasuk keluarga terdampak banjir di Bali. Program ini juga mendukung pemulihan infrastruktur dan restorasi pura lokal seperti Pura Beji Dalem Segara.

Pemberdayaan masyarakat lokal menjadi bagian penting dari visi Nuanu. Program seperti pendidikan gratis bagi anak-anak lokal, kemitraan dengan STT (Seka Teruna Teruni) Desa Beraban, serta kolaborasi budaya dengan seniman lokal, dirancang untuk menumbuhkan bakat kreatif sekaligus memperkuat partisipasi sosial.

Kiprah Nuanu juga mendapat perhatian anggota DPRD yang menilai kawasan ini memiliki relevansi internasional sebagai destinasi seni, budaya, dan inovasi.

Sejumlah event berskala global telah digelar di kawasan tersebut, seperti Art & Bali, FOTO Bali Festival (pameran fotografi kontemporer internasional pertama di Bali), Coinfest Asia (konferensi Web3 dan blockchain terbesar di Asia Tenggara), serta Genius Summit yang mempertemukan pemimpin kreatif dan teknologi dunia.

Inisiatif tersebut memperkuat posisi Tabanan sebagai pusat pengembangan berkelanjutan yang visioner serta membuka peluang ekonomi nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.

“Kami sangat menghormati peran DPRD dalam memastikan akuntabilitas publik. Tujuan kami sama: menjadikan Tabanan sebagai contoh pertumbuhan yang berkelanjutan, transparan, dan progresif,” tutur Gede Wahyu Harianto.

Nuanu menegaskan akan terus membangun kerja sama yang konstruktif dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, untuk menunjukkan bahwa pembangunan legal, berizin, dan berwawasan lingkungan dapat menjadi model kemajuan budaya dan ekonomi Bali yang berkelanjutan.(red/tim)

 

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses