Stok Darah Menipis Usai Banjir, FKPEN Bali Bergerak Gelar Donor Darah

img 20251011 wa0141
Anggota DPRD Kota Denpasar, Anak Agung Ayu Putu Priniti (berbaju putih), berfoto bersama pengurus Forum Komunikasi Paguyuban Etnis Nusantara (FKPEN) Bali, Sabtu, (11/10/2025).
banner 468x60

MANGUPURANEWS – DENPASAR, Forum Komunikasi Paguyuban Etnis Nusantara (FKPEN) Bali kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama melalui kegiatan Bakti Sosial Donor Darah yang digelar di Posko Bantuan FKPEN Rumah Sinergi, Jalan Tukad Musi I Nomor 5, Renon, Denpasar, pada Sabtu (11/10/2025).

Kegiatan ini diinisiasi oleh Anggota DPRD Kota Denpasar, Anak Agung Ayu Putu Priniti, yang akrab disapa Gek Ayu Priniti, sebagai bentuk respon cepat atas menipisnya stok darah di PMI Kota Denpasar pasca-banjir yang melanda kota pada 9–10 September lalu.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh dan perwakilan komunitas lintas etnis. Di antaranya Ketua Umum Bamus Sunda, Dr. Agus Samijaya, SH., M.Hum., bersama Paguyuban Urang Sunda yang turut berpartisipasi mendonorkan darah. Turut hadir pula Ketua FKPJ Jawa Timur, Anton Wahyudi, Ketua Batak Bali, Pontas Simamora, serta perwakilan INTI (Aryana dan Romo Sin), Perumbas Banyumasan, IKEMAL Maluku, komunitas NTT, dan berbagai komunitas lain seperti Gg. Bhinneka Yang Batu, Pagan Klod, dan Jimbaran Hijau.

img 20251011 wa0183

“Kegiatan donor darah ini kami jalankan bersama rekan-rekan FKPEN Bali dan berbagai paguyuban. Terima kasih kepada Ibu Gek Ayu Priniti yang telah menginisiasi kegiatan kemanusiaan ini,” ujarnya.

Ngurah Agung juga menyampaikan terima kasih kepada Yusdi Diaz, pemilik Rumah Sinergi, yang telah menyediakan tempat untuk pelaksanaan kegiatan sosial tersebut.

“Selain donor darah, FKPEN Bali juga aktif dalam kegiatan penanggulangan bencana, seperti memberikan bantuan sembako, kasur, dan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak banjir beberapa waktu lalu,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Donor Darah sekaligus Anggota DPRD Denpasar, Gek Ayu Priniti, memberikan apresiasi atas kerja sama dan kepedulian yang ditunjukkan oleh FKPEN Bali.

“FKPEN Bali tidak hanya bergerak dalam kegiatan sosial kemanusiaan, tetapi juga menyalurkan bantuan nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dengan partisipasi yang lebih luas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ide kegiatan donor darah ini berawal ketika dirinya mendapat informasi dari PMI Kota Denpasar saat pelaksanaan pemeriksaan kesehatan oleh Komisi IV DPRD Denpasar. Dalam kesempatan itu, ia mengetahui bahwa sebanyak 300 kantong darah rusak dan harus dimusnahkan akibat blackout listrik saat banjir, yang menyebabkan pendingin darah tidak berfungsi.

“Darah hanya bisa disimpan pada suhu 4–6 derajat Celcius. Saat listrik padam, kulkas penyimpan tidak berfungsi dan menyebabkan stok darah rusak,” jelasnya.

Situasi inilah yang mendorongnya untuk segera berkoordinasi dengan FKPEN Bali demi menggelar kegiatan donor darah guna membantu pemulihan stok darah di PMI Kota Denpasar.

Dukungan juga datang dari Manajer Kualitas UTD PMI Kota Denpasar, Winda Rini, A.Md.Kes., yang menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Setelah bencana banjir, stok darah sempat kosong. Kami berterima kasih kepada FKPEN Bali atas bantuannya melalui kegiatan donor darah ini,” ujarnya.

Winda menjelaskan, kebutuhan darah di Denpasar mencapai 20 kantong per hari atau sekitar 300–400 kantong setiap bulan. Permintaan darah terbanyak datang dari RSUD Wangaya Denpasar, disusul beberapa rumah sakit swasta.

Ia menambahkan bahwa setiap darah yang didonorkan harus melalui proses uji ketat untuk memastikan kelayakannya.

“Darah yang akan disalurkan harus bebas dari empat penyakit menular, yaitu HIV, HBsAg, HCV, dan sifilis. Setelah itu baru diproses sesuai kebutuhan pasien, apakah berupa sel darah merah, sel darah putih, atau trombosit,” terangnya.

Winda menegaskan, kegiatan seperti ini sangat penting untuk memastikan keberlanjutan ketersediaan darah yang aman dan layak bagi masyarakat.

“Kami berharap kegiatan sosial seperti ini terus dilakukan secara berkesinambungan karena kebutuhan darah di Denpasar cukup tinggi setiap harinya,” pungkasnya (red/tim)

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses