MANGUPURANEWS – DENPASAR, Ketersediaan stok darah di Bali menjadi perhatian serius seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan dan bertambahnya fasilitas medis baru di Pulau Dewata. Kondisi ini mendorong berbagai pihak untuk terus memperkuat gerakan donor darah berbasis kolaborasi lintas komunitas.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan tersebut, Pasraman Sarva Dharma Denpasar bersinergi dengan Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Provinsi Bali serta Perkumpulan Abadi Kalimantan Barat (Pakabar) Bali menggelar kegiatan donor darah. Kegiatan berlangsung di Sekretariat Pakabarbali, Jalan Pakabarbali Nomor 1, Gunung Soputan, Denpasar, Minggu (1/2/2026).
Ketua Pasraman Sarva Dharma Denpasar sekaligus Ketua Yayasan Tatar Parahyangan Bali, Made Ratnadi, SE., menegaskan bahwa pemenuhan stok darah membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Selain PDDI dan Pakabarbali, kegiatan ini juga didukung Yonif Raider 900/SBW serta Polsek Denpasar Barat.
Ia menjelaskan, kegiatan donor darah ini merupakan bagian dari rangkaian menyambut Hari Raya Imlek pada 17 Februari 2026 dan Hari Raya Nyepi 2026. Panitia menargetkan pengumpulan sebanyak 300 kantong darah.
“Mudah-mudahan target donor darah bisa tercapai. Tim kami dari Pasraman Sarva Dharma Denpasar dan Yayasan Tatar Parahyangan Bali sangat antusias dan berterima kasih kepada seluruh relawan yang telah berpartisipasi,” ujar Made Ratnadi.
Sejak pagi hari, kegiatan ini disambut antusias oleh peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari unsur TNI-Polri, komunitas spiritual, hingga generasi muda. Kebersamaan lintas sektor tersebut mencerminkan kuatnya semangat solidaritas dalam aksi kemanusiaan.
Ketua PDDI Bali, Ketut Pringgantara, menyampaikan bahwa awal tahun 2026 menjadi momentum penting untuk terus memperluas gerakan donor darah di Bali. Ia mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut.
“Antusiasme hari ini luar biasa. Kebahagiaan bersama ini harus terus disambung dengan semangat berbagi melalui donor darah,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti peran Pakabarbali sebagai komunitas perantau asal Kalimantan Barat yang konsisten mendukung kegiatan sosial di Bali.
“Dedikasi masyarakat perantauan dari Kalimantan Barat sangat luar biasa dalam mendukung donor darah,” tambahnya.
Ketut Pringgantara mengungkapkan, kebutuhan darah di Bali saat ini mencapai lebih dari 150 kantong per hari atau sekitar 6.000 kantong per bulan, mencakup seluruh golongan darah, baik Rhesus positif maupun negatif. Lonjakan kebutuhan ini dipengaruhi oleh bertambahnya rumah sakit dan fasilitas kesehatan, termasuk Bali International Hospital.
Untuk menjaga ketersediaan darah, PDDI Bali terus menjalankan berbagai program jemput bola, seperti PDDI Goes to Kampus, Goes to Milenial, Goes to Gereja, Goes to Masjid, hingga menyasar komunitas lainnya.
Ia juga mengajak media untuk turut berperan aktif dalam menyebarkan informasi positif terkait donor darah.
“Saya titipkan tanggung jawab kepada media agar informasi ini tersampaikan dengan baik, sehingga kebutuhan darah masyarakat selalu terpenuhi,” katanya.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari jajaran TNI. Danyonif Raider 900/SBW, Ari Murwanto, mengatakan pihaknya mengerahkan prajurit beserta Persit untuk berpartisipasi sebagai pendonor.
“Ini sebagai upaya memperkuat stok darah PMI agar siap menghadapi kondisi darurat di Bali,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pakabarbali, Cin Hiung, menjelaskan bahwa organisasinya telah berdiri selama 12 tahun dan menaungi lebih dari 500 kepala keluarga perantau asal Kalimantan Barat di Bali.
“Tujuan kami adalah merangkul para perantau Kalimantan Barat yang berdomisili di Bali agar bersatu dalam kegiatan sosial,” jelasnya.
Wakil Ketua Umum II Pakabarbali sekaligus Ketua Panitia, Tjen Tjhin Khoi, menambahkan bahwa donor darah merupakan agenda rutin yang digelar tiga kali dalam setahun.
“Kami berharap kegiatan ini terus menumbuhkan kepedulian kemanusiaan,” tuturnya.
Senada, Ketua Sosial Pakabarbali, Ajiu Sumantri, menyampaikan bahwa selain donor darah, pihaknya juga aktif menggelar berbagai kegiatan bakti sosial.
“Donor darah rutin kami laksanakan pada awal tahun, bulan Juni bertepatan dengan Hari Donor Darah Sedunia, dan akhir tahun menjelang Natal,” pungkasnya
























































