PDDI Bali dan Lintas Komunitas Bersinergi Jaga Stok Darah

img 20260201 wa0076
banner 468x60

MANGUPURANEWS – DENPASAR, Lonjakan kebutuhan darah di Bali pada awal 2026 mendorong berbagai elemen masyarakat memperkuat sinergi dalam aksi kemanusiaan. Melalui kolaborasi lintas komunitas, upaya pemenuhan stok darah terus digencarkan untuk menjawab meningkatnya permintaan layanan kesehatan.

Kegiatan donor darah digelar oleh Perhimpunan Donor Darah Indonesia Provinsi Bali bersama Pakabar Bali dan Pasraman Sarva Dharma Denpasar di Sekretariat Pakabar Bali, Jalan Gunung Soputan, Denpasar, Minggu (1/2/2026).

Bacaan Lainnya
banner 300250

Aksi sosial ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari komunitas sosial-keagamaan, kelompok spiritual, generasi milenial, hingga unsur TNI-Polri. Sinergi tersebut dinilai penting, seiring bertambahnya jumlah rumah sakit dan beroperasinya Bali International Hospital, yang turut meningkatkan kebutuhan darah di Bali.

Ketua PDDI Bali, Ketut Pringgantara, menyebut kegiatan ini sebagai simbol kebersamaan dalam menyambut Tahun Baru Imlek dan Hari Raya Nyepi.

“Awal 2026 menjadi momentum bagi kami untuk terus bergerak menggandeng berbagai komponen masyarakat. Antusiasme hari ini luar biasa dan harus terus disalurkan melalui kegiatan donor darah,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi peran Pakabar Bali sebagai komunitas perantau dari Kalimantan Barat yang aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial.

“Dedikasi mereka sangat luar biasa dalam mendukung kegiatan kemanusiaan di Bali,” tambahnya.

Menurut Ketut, kebutuhan darah di Bali saat ini mencapai lebih dari 150 kantong per hari atau sekitar 6.000 kantong per bulan, termasuk untuk golongan darah khusus seperti Rhesus Negatif dan Rhesus Positif. Kondisi tersebut sempat diperparah oleh keterbatasan stok pada Januari 2026.

Untuk menjawab tantangan tersebut, PDDI Bali menggulirkan sejumlah program inovatif, seperti Goes to Campus, Goes to Milenial, Goes to Gereja, Goes to Masjid, serta berbagai kegiatan jemput bola lainnya. Langkah ini dilakukan untuk menjaring pendonor dari berbagai lapisan masyarakat, seiring keberadaan lebih dari 78 rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Bali.

“Kami juga berharap media dapat membantu menyampaikan informasi ini, agar kesadaran masyarakat terus meningkat dan stok darah tetap terjaga,” kata Ketut.

Dukungan juga datang dari unsur TNI. Komandan Yonif Raider 900/SBW, Ari Murwanto, menegaskan keterlibatan prajurit sebagai bentuk kepedulian sosial.

“Ini untuk memperkuat stok darah di Palang Merah Indonesia agar lebih siap menghadapi situasi darurat di Bali,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Tatar Parahyangan Bali sekaligus Ketua Pasraman Sarva Dharma Denpasar, Made Ratnadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan menyambut Imlek 17 Februari 2026, dengan target 300 kantong darah.

“Kami sangat optimistis target ini bisa tercapai. Tim relawan kami sangat bersemangat dan berterima kasih atas partisipasi seluruh pendonor,” katanya.

Dari kalangan komunitas perantau, Ketua Umum Pakabar Bali, Cin Hiung, menegaskan bahwa organisasinya telah 12 tahun konsisten bergerak di bidang sosial.

“Kami ingin merangkul perantau Kalimantan Barat di Bali untuk bersatu dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan,” ungkapnya.

Komitmen tersebut diperkuat melalui program donor darah rutin tiga kali dalam setahun, sebagaimana disampaikan Wakil Ketua Umum II Pakabar Bali sekaligus Ketua Panitia, Tjen Tjhin Khoi, bersama Ketua Sosial Pakabar Bali, Ajiu Sumantri.

Melalui kolaborasi berkelanjutan ini, seluruh pihak berharap ketersediaan stok darah di Bali dapat terus terjaga, sekaligus memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. (ace)

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses