Tangkal Radikalisme, Polda Bali Ajak Komunitas Bangun ‘Benteng Digital’ di Media Sosial

bali diharapkan mampu menangkal paparan radikalisme sekaligus menjadi role model harmoni digital bagi indonesia dan dunia
bali diharapkan mampu menangkal paparan radikalisme sekaligus menjadi role model harmoni digital bagi indonesia dan dunia
banner 468x60

MANGUPURANEWS – DENPASAR, Di era modern, medan pertempuran melawan radikalisme telah bergeser. Ancaman tidak lagi hanya muncul dalam bentuk fisik, melainkan menyusup secara senyap lewat layar gawai dan lini masa media sosial.

​Menyikapi fenomena ini, Polda Bali mengambil langkah taktis dengan menggandeng berbagai komunitas dari seluruh kabupaten/kota se-Bali. Melalui sosialisasi bertajuk “Polri Bersama Komunitas, Tangkal Radikalisme dan Membangun Benteng Digital demi Terwujudnya Harkamtibmas di Pulau Bali” di Gedung Rupatama Polda Bali, kepolisian mengajak masyarakat memperkuat pertahanan di dunia maya.

​Acara yang dibuka langsung oleh Direktur Pembinaan Masyarakat (Dir Binmas) Polda Bali Kombes Pol. Suwandi Prihantoro, S.I.K., M.Han., ini turut menghadirkan pakar dari Densus 88 Anti Teror dan Direktorat Siber Polda Bali.

​Fokus utama dalam gerakan ini adalah membangun “Benteng Digital”, sebuah konsep kesadaran kolektif masyarakat untuk menggunakan internet secara lebih cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

​Kombes Pol. Suwandi Prihantoro menegaskan bahwa kelompok radikal kini menjadikan media sosial sebagai ruang utama untuk menyebarkan ujaran kebencian, hoaks, dan doktrin berbahaya. Sasaran empuk mereka adalah anak-anak, remaja, dan netizen yang kurang kritis dalam memilah informasi.

“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Komunitas yang hadir hari ini adalah mitra strategis dan ujung tombak dalam menjaga Bali tetap aman, damai, dan harmonis,” ujar Kombes Pol. Suwandi, Sabtu (20/6/2026). 

​Untuk mewujudkan ruang digital yang aman, Polda Bali merumuskan tiga langkah sederhana namun berdampak besar yang bisa diterapkan oleh seluruh komunitas dan masyarakat:

  • ​Saring Sebelum Sharing: Selalu lakukan verifikasi dan pastikan kebenaran informasi sebelum menekan tombol bagikan. Jangan sampai kita menjadi rantai penyebar hoaks atau provokasi.
  • Lawan Hoaks dengan Konten Positif: Banjar dunia maya dengan narasi perdamaian, toleransi, serta keindahan nilai budaya dan kearifan lokal Bali. Konten positif adalah obat penawar paling efektif melawan narasi radikal.
  • ​Segera Melapor: Jika menemukan akun, grup, atau konten mencurigakan yang mengarah pada paham radikal dan berpotensi memecah belah, segera laporkan ke pihak berwenang agar bisa ditindaklanjuti secara cepat.

​Sebagai jendela pariwisata dunia, stabilitas keamanan di Bali adalah harga mati. Kolaborasi antara Polri dan komunitas ini bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan mendesak demi keberlangsungan ekonomi Pulau Dewata.

“Bali dikenal dunia karena keindahan alam dan masyarakatnya yang menjunjung tinggi toleransi serta kerukunan. Keamanan adalah modal utama kita. Jika Bali aman, maka pariwisata tumbuh, ekonomi bergerak, dan kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat,” pungkas Kombes Pol. Suwandi.

​Melalui sinergi kuat dan lahirnya “Benteng Digital” dari tangan-tangan kreatif komunitas, Bali diharapkan mampu menangkal paparan radikalisme sekaligus menjadi role model harmoni digital bagi Indonesia dan dunia. (red-tim) 

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses