Transformasi BPD Bali Dimulai, Koster Tekankan Profesionalisme dan Daya Saing SDM

img 20251031 wa0201
banner 468x60

MANGUPURANEWS – DENPASAR, Bank BPD Bali resmi memulai langkah besar transformasi kelembagaan dengan melakukan groundbreaking pembangunan Kantor Pusat Baru di kawasan Renon, Denpasar, Jumat (31/10/2025).

Peletakan batu pertama dilakukan oleh Gubernur Bali Wayan Koster, didampingi para Bupati dan Wali Kota se-Bali selaku pemegang saham, Kepala OJK Provinsi Bali Kristrianti Puji Rahayu, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, serta jajaran Direksi dan Komisaris Bank BPD Bali.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Pembangunan gedung baru ini menjadi simbol komitmen Bank BPD Bali dalam memperkuat peran sebagai bank daerah yang modern, kompetitif, serta menjadi kebanggaan masyarakat Bali.

Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kantor lama yang berdiri sejak 1982 sudah tidak lagi memadai untuk mendukung ekspansi bisnis dan kebutuhan tata kelola perbankan modern.

“Kapasitas gedung lama sudah tidak mampu menampung perkembangan organisasi dan kebutuhan bisnis yang semakin kompleks. Karena itu, kami membangun kantor pusat baru yang lebih representatif dan mendukung arah pengembangan jangka panjang,” ujarnya.

Pembangunan ini sejalan dengan corporate plan Bank BPD Bali 2026–2030 yang menargetkan peningkatan kategori ke KBMI 2. Proyek konstruksi dikerjakan oleh PT Tunas Jaya Sanur dengan masa pembangunan selama 450 hari, mulai 26 September 2025 hingga 19 Desember 2026, senilai kontrak Rp175,7 miliar.

Dari sisi kinerja, hingga September 2025, Bank BPD Bali mencatatkan pertumbuhan positif di hampir seluruh sektor. Total aset mencapai Rp42,47 triliun atau tumbuh 9,01 persen, penyaluran kredit Rp24,71 triliun tumbuh 9,82 persen, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp35,52 triliun naik 6,68 persen.

Sementara laba bersih mencapai Rp945 miliar, melampaui target tahunan sebesar Rp935 miliar.

Sudharma menambahkan, modal inti Bank BPD Bali saat ini mencapai Rp5,2 triliun dengan rasio keuangan yang solid: CAR 28,60 persen, ROA 3,90 persen, ROE 26,45 persen, dan BOPO 60,15 persen.

“Rasio pembiayaan UMKM kami sudah menembus 54 persen, sehingga Bank Indonesia memberikan insentif GWM hingga 4,5 persen. Ke depan, kami menargetkan total aset mencapai Rp60 triliun pada tahun 2030,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster memberikan apresiasi atas langkah strategis Bank BPD Bali dalam memperkuat daya saing dan identitas sebagai bank daerah yang membanggakan.

“Bank BPD Bali harus menjadi kebanggaan masyarakat Bali. Gedung baru ini bukan sekadar simbol fisik, tapi representasi komitmen menuju bank yang modern dan profesional,” tegas Koster.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia agar sejalan dengan perkembangan kelembagaan.

“SDM-nya harus terus ditingkatkan kompetensi dan profesionalitasnya. Selain itu, seluruh pemegang saham perlu memperkuat penyertaan modal agar BPD Bali semakin kokoh,” pesannya.

Gubernur menutup sambutannya dengan ajakan penuh semangat:

“Kalau bukan kita yang membesarkan Bank BPD Bali, siapa lagi?”. (red/tim)

 

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses