Mangupuranews – BADUNG, Wakil Gubernur sekaligus Ketua KONI Bali, I Nyoman Giri Prasta, mengapresiasi dedikasi legenda binaraga Ade Rai saat menghadiri perayaan HUT ke-13 Rai Fitness Bali di Badung, Sabtu (31/10/2026) malam. Momentum ini dimanfaatkan untuk mendorong regenerasi atlet binaraga daerah.

​Kiprah pusat kebugaran tersebut dinilai melampaui fungsi komersial semata. Keberadaannya menjadi sarana edukasi gaya hidup sehat sekaligus inkubator pembinaan fisik masyarakat pulau dewata.

​Menjaga Api Regenerasi Binaraga di Pulau Dewata

​Di tengah surutnya panggung kompetisi binaraga formal bagi atlet pemula, keberadaan figur senior seperti I Gusti Agung Rai Kusuma Yudha (Ade Rai) memegang peran vital. Pria peraih gelar Musclemania World itu dinilai konsisten menjaga ekosistem olahraga beban kendati sudah lama gantung celana tanding.

​

Wakil Gubernur sekaligus Ketua KONI Bali I Nyoman Giri Prasta (tengah) menyampaikan pidato motivasi didampingi Ade Rai (kiri) pada malam perayaan HUT ke-13 Rai Fitness Bali di Badung, Bali.

Giri Prasta menegaskan, keberhasilan Ade Rai di panggung dunia membuktikan bahwa genetik dan etos kerja atlet lokal Bali mampu menembus level tertinggi. Kini, tantangan terbesarnya adalah melahirkan penerus yang setara.

​”Terima kasih saya ucapkan kepada Ade Rai yang tetap mengedukasi masyarakat untuk hidup sehat dan terus mendedikasikan diri untuk olahraga binaraga,” ujar Giri Prasta di hadapan para pegiat kebugaran.

 

​Suntikan Dana Pribadi Pacu Prestasi Atlet Muda

​Sebagai nakhoda Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali, Giri Prasta menyoroti pentingnya apresiasi nyata bagi pegiat binaraga yang tengah merintis karier. Dalam agenda tersebut, ia tidak hanya menyerahkan trofi resmi kejuaraan internal, melainkan turut merogoh kocek pribadi untuk memberikan bonus tambahan kepada para jawara kompetisi.

​

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta (kanan depan) menyerahkan piagam penghargaan dan hadiah kepada juara pertama kejuaraan binaraga pemula, disaksikan langsung oleh Ade Rai (kanan belakang) di Rai Fitness Bali, Badung, Bali.

Langkah ini menyasar sejumlah tantangan klasik pembinaan binaraga di daerah:

  • ​Tingginya Biaya Disiplin Olahraga: Kebutuhan nutrisi makro tinggi protein dan suplemen sering kali membebani atlet muda sebelum sempat menorehkan prestasi.
  • ​Ketiadaan Ruang Tanding Rutin: Minimnya panggung kejuaraan lokal kerap mematikan motivasi binaragawan potensial di tingkat kabupaten/kota.
  • ​Tuntutan Profesionalisme: Peralihan dari sekadar hobi kebugaran (gym goer) menjadi atlet binaraga kompetitif membutuhkan konsistensi dan pendampingan teknik yang presisi.

​Giri Prasta optimistis sinergi antara figur senior, sarana kebugaran swasta, dan otoritas olahraga daerah dapat membuka jalan bagi talenta baru Bali menuju panggung nasional hingga internasional. (editor: brv)