Bank BPD Bali Pertahankan Tren Positif, Aset Tembus Rp42,4 Triliun Hingga Triwulan III 2025k

img 20251008 wa0160
banner 468x60

MANGUPURANEWS – DENPASAR, Bank BPD Bali menunjukkan performa solid hingga Triwulan III tahun 2025 dengan mencatatkan kinerja keuangan yang positif di berbagai lini. Hingga September 2025, total aset Bank BPD Bali tercatat mencapai Rp42,4 triliun, atau 102,86% dari target sebesar Rp41,29 triliun. Angka ini tumbuh 9,01% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan posisi September 2024 yang sebesar Rp38,96 triliun.

Kinerja impresif tersebut didorong oleh fungsi intermediasi yang kuat, di mana penyaluran kredit mencapai Rp24,71 triliun, atau 100,84% dari target sebesar Rp24,51 triliun. Capaian ini meningkat 9,82% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp22,5 triliun.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Dari total penyaluran kredit tersebut, porsi untuk sektor UMKM mencapai Rp12,55 triliun atau sekitar 50,80% dari total kredit. Pembiayaan UMKM ini ditopang oleh berbagai produk unggulan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Usaha Alsintan (KUA), Sidi Kumbara, serta beragam skema kredit produktif lainnya.

Selain penyaluran kredit, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga menunjukkan tren positif. Hingga akhir Triwulan III 2025, DPK Bank BPD Bali tercatat sebesar Rp35,52 triliun, melampaui target Rp33,97 triliun dan tumbuh 6,68% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp33,29 triliun. Komposisi dana murah pun mendominasi dengan rasio CASA mencapai 64,99%, mencerminkan efisiensi struktur pendanaan yang terjaga baik.

Dari sisi rasio keuangan, Bank BPD Bali juga berhasil mempertahankan performa sehat. Per September 2025, KPMM tercatat 28,60%, ROA 3,90%, ROE 26,46%, dan NIM 6,40%. Sementara itu, rasio BOPO berada di level efisien 60,15%, dan LDR sebesar 69,54%, menunjukkan kemampuan bank menyalurkan dana secara produktif. Adapun rasio kredit bermasalah (NPL Gross) tetap terjaga rendah di angka 0,85%, jauh di bawah batas ketentuan perbankan nasional.

Kinerja solid ini juga tercermin dari laba bersih yang berhasil dibukukan sebesar Rp945,43 miliar, tumbuh 22,14% (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba yang konsisten tersebut merupakan hasil dari ekspansi bisnis yang sehat, perbaikan kualitas aset, efisiensi operasional, serta inovasi produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan nasabah.

Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, S.H., M.H., menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan penuh para pemegang saham melalui penyertaan modal. Hingga September 2025, modal disetor mencapai Rp2,83 triliun dengan modal inti sebesar Rp5,23 triliun.

Lebih lanjut, Sudharma menegaskan komitmen Bank BPD Bali untuk terus memperluas layanan digital. Tahun 2025, Bank BPD Bali turut ambil bagian dalam peluncuran QRIS Antarnegara Indonesia–Jepang serta inisiatif sandbox QRIS Antarnegara Indonesia–Tiongkok, dan menjadi satu-satunya Bank Pembangunan Daerah yang terlibat. Implementasi program ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi internasional di bidang ekonomi digital, meningkatkan ekosistem penerimaan pemerintah daerah, serta mendukung kebijakan pungutan bagi wisatawan asing.

“Melalui sinergi dan kolaborasi bersama Pemerintah serta seluruh pemangku kepentingan, Bank BPD Bali optimis terus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah yang berkelanjutan,” tutup Sudharma.(red/tim)

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses