Desa Wisata Mengwi “Manu Bhawana” Tawarkan Living Heritage, Perkuat Pariwisata Berbasis Budaya dan Alam

banner 468x60

MANGUPURANEWS – BADUNG, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, terus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat melalui pengembangan Desa Wisata Manu Bhawana yang mengusung konsep Living in Harmony with Nature and Culture. Konsep tersebut menempatkan budaya, alam, dan pemberdayaan masyarakat sebagai fondasi utama dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan.

Ketua Badan Pengelola Desa Wisata Mengwi Manu Bhawana, Wayan Danu Kumara, mengatakan desa wisata ini lahir dari komitmen masyarakat dalam menjaga warisan sejarah Kerajaan Mengwi sekaligus menghadirkan pengalaman wisata yang autentik bagi wisatawan.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Menurutnya, wisatawan tidak hanya diajak menikmati objek wisata, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bali melalui berbagai aktivitas budaya, pertanian, hingga kearifan lokal yang masih hidup dan dijalankan secara turun-temurun.

“Melalui semangat Living in Harmony with Nature and Culture, kami ingin menghadirkan pariwisata yang berkualitas, memberikan manfaat bagi masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta mempertahankan budaya sebagai identitas bangsa,” ujarnya.

Desa Mengwi dikenal sebagai pusat sejarah Kerajaan Mengwi yang memiliki berbagai peninggalan budaya, salah satunya Pura Taman Ayun yang menjadi ikon kawasan. Dengan luas sekitar 3,78 kilometer persegi, terdiri atas 13 banjar dan lebih dari 8.000 krama, desa ini berada di jalur strategis penghubung Denpasar, Ubud, dan Tabanan serta menjadi bagian dari kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Badung.

Seluruh pengembangan desa wisata berpijak pada filosofi Tri Hita Karana, yakni menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan (Parahyangan), sesama manusia (Pawongan), dan lingkungan (Palemahan).

Konsep yang diusung adalah Community Based Tourism dengan pendekatan Living Heritage Destination, yakni menjadikan budaya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, bukan sekadar atraksi bagi wisatawan.

Visi yang diusung adalah menjadikan Desa Wisata Mengwi sebagai destinasi warisan hidup yang berdaya saing global, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Untuk mewujudkannya, pengelola menitikberatkan pada pelestarian budaya, pengembangan produk wisata berbasis pengalaman, penerapan pariwisata bersih, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.

Nama Manu Bhawana sendiri memiliki makna filosofis. “Manu” berarti masyarakat, sedangkan “Bhawana” bermakna membangun dan memelihara kehidupan. Filosofi ini menjadi semangat bersama dalam membangun masa depan desa tanpa meninggalkan akar budaya, tradisi, dan kelestarian alam.

Berbagai potensi wisata telah dikembangkan, mulai dari wisata budaya seperti Pura Taman Ayun, Museum Yadnya, Museum Ogoh-Ogoh, rumah tradisional Bali, hingga pertunjukan seni tari dan tabuh. Sementara pada sektor alam tersedia jalur trekking persawahan, kawasan Subak, lintasan sepeda listrik (E-Bike), serta panorama pedesaan yang masih asri.

Selain itu, Desa Wisata Mengwi juga menghadirkan wisata edukasi berupa pembelajaran sistem irigasi Subak, budaya Bali, pelatihan kerajinan tradisional, hingga edukasi lingkungan. Bagi wisatawan dengan minat khusus tersedia paket Heritage Tour, perjalanan spiritual, fotografi, hingga pengalaman bertani bersama masyarakat.

Beberapa produk unggulan yang telah disiapkan antara lain Mengwi Living Heritage E-Bike Experience, Rice Field Trek Experience, Journey to Royal Kitchen, serta Farm to Table Experience, yang memungkinkan wisatawan menikmati langsung kehidupan masyarakat desa mulai dari aktivitas pertanian hingga kuliner khas warisan Kerajaan Mengwi.

Komitmen terhadap lingkungan juga diwujudkan melalui program Mengwi Bersih yang melibatkan masyarakat secara aktif. Saat ini desa didukung dua unit TPS3R Yoga Mesari, 22 tenaga pengelola TPS3R, 14 petugas kebersihan, satu bank sampah desa, serta 11 bank sampah banjar yang diperkuat dengan Peraturan Desa dan Perarem tentang pengelolaan sampah.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah APPSO (Ayam Pengolah Sampah Organik), yakni pemanfaatan sampah organik sebagai pakan ternak yang menghasilkan telur sekaligus pupuk organik sehingga mendukung ekonomi sirkular di tingkat desa.

Pada sektor ekonomi kreatif, Desa Wisata Mengwi menggandeng berbagai pelaku UMKM, pengrajin tedung Bali, seniman lukis, perajin sarana upacara, hingga pelaku kuliner tradisional agar manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Secara kelembagaan, Badan Pengelola Desa Wisata Mengwi Manu Bhawana telah disahkan melalui Keputusan Perbekel Mengwi Nomor 124 Tahun 2026 tertanggal 4 Februari 2026 dan diperkuat dengan AD/ART yang ditetapkan pada 30 Maret 2026.

Pengembangan desa wisata juga telah disusun dalam roadmap jangka menengah 2026–2030. Tahun 2026 difokuskan pada penguatan kelembagaan dan branding, dilanjutkan sertifikasi serta standardisasi produk pada 2027, pembangunan Living Heritage Center pada 2028, penguatan pasar internasional pada 2029, hingga menjadikan Mengwi sebagai Living Heritage Destination unggulan Bali pada 2030.

Dewan Pengarah Desa Wisata Mengwi, I Made Wiraguna, SE, menegaskan bahwa arah pengembangan desa wisata ke depan akan bertumpu pada konsep Agro-Tourism dan Eco-Tourism dengan menempatkan sawah, petani, dan para perajin sebagai fondasi utama pembangunan pariwisata.

Ia juga mendorong perlindungan lahan pertanian, pemberian insentif bagi petani dan perajin, penyediaan lahan parkir di setiap destinasi wisata, pengembangan homestay berbasis masyarakat, serta kolaborasi seluruh kabupaten/kota di Bali untuk menjaga taksu Pulau Dewata.

“Berperilaku lokal, berpikir internasional. Menjaga taksu Tanah Bali melalui penguatan Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan menjadi komitmen bersama dalam membangun Desa Wisata Manu Bhawana,” tegasnya. (red)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses