MANGUPURANEWS – BADUNG, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Badung, Wayan Puspa Negara, menyatakan dukungan terhadap kebijakan Bupati Badung yang memberikan tambahan hadiah berupa hibah kepada para pemenang lomba ogoh-ogoh dalam rangkaian Badung Caka Fest 2026. Kebijakan tersebut dinilai mampu mendorong kreativitas generasi muda sekaligus menjaga eksistensi budaya Bali.
Pernyataan itu disampaikan Puspa Negara saat dikonfirmasi awak media di Badung, Selasa (10/3/2026). Ia menegaskan bahwa langkah pemerintah daerah dalam memberikan hibah bernilai besar merupakan bentuk motivasi nyata bagi kalangan sekeha teruna.
Menurutnya, kreativitas generasi muda perlu terus didukung agar tetap menjadi garda terdepan dalam pelestarian seni dan budaya. Selain itu, kegiatan ini juga dinilai mampu memperkuat solidaritas serta semangat kebersamaan di kalangan pemuda dalam membangun daerah.
Puspa Negara juga mengapresiasi kualitas karya ogoh-ogoh yang ditampilkan dalam menyambut Tahun Baru Caka 1948. Ia menilai perkembangan seni ogoh-ogoh di Badung semakin inovatif, baik dari segi konsep, detail artistik, maupun koreografi yang menyertainya.
Tambahan hadiah yang dicetuskan Bupati Badung tersebut mencapai Rp500 juta untuk juara pertama, dengan total anggaran miliaran rupiah bagi para finalis. Kebijakan ini pun disambut antusias oleh kalangan pemuda karena dinilai sangat membantu pembiayaan pembuatan ogoh-ogoh yang relatif besar.
Meski demikian, Puspa Negara mengingatkan agar pemerintah daerah tetap memperhatikan persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara dukungan terhadap sektor budaya dan penanganan kebutuhan dasar publik.
Sejumlah isu strategis yang menjadi sorotan antara lain infrastruktur, pengelolaan sampah, banjir, kemacetan, penataan kabel utilitas, hingga keamanan kawasan pariwisata. Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pengendalian perilaku wisatawan mancanegara.
Puspa Negara mendorong Bupati Badung untuk segera mengambil langkah taktis, termasuk memanfaatkan anggaran biaya tak terduga (BTT) guna mempercepat penanganan banjir, penataan infrastruktur destinasi wisata, serta mengurai kemacetan dan persoalan sosial lainnya.
Selain itu, ia mengusulkan percepatan pengerukan sedimentasi Tukad Mati sepanjang kurang lebih 7 kilometer, mulai dari kawasan Seminyak, Legian hingga muara Kuta, secara berkelanjutan. Upaya ini dinilai penting untuk mengurangi potensi banjir di wilayah tersebut.
Ia juga mendukung percepatan pembangunan embung di kawasan selatan Central Parkir Kuta, termasuk normalisasi saluran air dan perbaikan drainase di kawasan Samigita yang kerap terdampak banjir.
Lebih lanjut, Puspa Negara menekankan perlunya langkah konkret dalam penanganan sampah, penambahan jalur jalan baru untuk mengatasi kemacetan, serta penataan utilitas terpadu di bawah tanah. Ia juga mengingatkan pentingnya pengendalian alih fungsi lahan yang semakin masif.
Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap kreativitas generasi muda patut diapresiasi. Namun, pembangunan daerah harus tetap berorientasi pada kebutuhan utama masyarakat agar berjalan seimbang dan berkelanjutan. (red)





















































