Mangupuranews – MANGUPURA, Anggota DPRD Kabupaten Badung I Made Rai Wirata mendampingi jajaran Pemerintah Kabupaten Badung menghadiri Puncak Karya Pura Dalem Surya Sembung, Desa Adat Sembung Sobangan, Kecamatan Mengwi, pada Jumat (30/10/2026).

​Kehadiran perwakilan legislatif dan eksekutif ini merupakan langkah nyata dalam mengawal penguatan nilai spiritual krama. Upacara keagamaan berskala besar tersebut mencakup rangkaian Tawur Agung, Mecaru Rsi Gana, Melaspas, Mendem Pedagingan, Ngenget Linggih, Mepedudusan Agung, Menawa Ratna, Mapeselang, hingga Madasar untuk Tawur Balik Sumpah.

​

Anggota DPRD Rai Wirata mendampingi penyerahan simbolis bantuan dana upacara sebesar Rp1,5 miliar dari Bupati Badung kepada panitia pelaksana karya di wantilan pura guna meringankan urunan warga sekaligus mengawal pelestarian warisan leluhur.

Sinergi Eksekutif-Legislatif Kawal Tradisi Adat

​Ritual yadnya berskala besar di tingkat desa adat membutuhkan sokongan struktural dari pemerintah daerah. Di tengah percepatan modernisasi di Badung, konsistensi pelestarian ritual adat kerap menghadapi tantangan pembiayaan dan manajemen krama.

​Dukungan kelembagaan ini menegaskan posisi pemerintah daerah dalam membagi beban sosial-keagamaan masyarakat. Sinergi antara wakil rakyat dan jajaran birokrasi hadir untuk memastikan hak-hak adat komunitas lokal tetap terfasilitasi secara optimal.

​Fokus dukungan pemerintah dan dewan di Pura Dalem Surya mencakup sejumlah aspek:

  • ​Penguatan Kapasitas Desa Adat: Memastikan kelembagaan desa adat memiliki daya tahan kultural di tengah arus pariwisata daerah.
  • ​Penyelarasan Kebijakan Kebudayaan: Mengintegrasikan kebutuhan operasional ritual krama ke dalam program afirmasi daerah.
  • ​Pendampingan Pelaksanaan Ritual: Memberikan kepastian kehadiran aparatur negara dalam menjaga ketertiban prosesi keagamaan.
Rombongan krama desa adat berbusana putih mengiringi tedung agung menaiki tangga menuju pelataran utama pura dalam prosesi puncak karya adat, mencerminkan sukacita dan tingginya gotong royong warga setelah enam dekade menantikan gelaran ritual sakral tersebut.

Rai Wirata dan Komitmen Penguatan Ketahanan Adat

​Pelaksanaan karya agung di Mengwi yang dihadiri Bupati Badung, Adi Arnawa ini bukan sekadar rutinitas persembahyangan berkala. Momentum ini menjadi jangkar sosial bagi krama Desa Adat Sembung Sobangan untuk mempererat solidaritas banjar serta mempertebal sraddha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

​Kehadiran Rai Wirata di tengah-tengah krama menjadi representasi penting sinergi antara fungsi representasi rakyat dan ketahanan nilai kultural. Wakil rakyat ini memosisikan upacara sakral ini bukan sekadar perayaan seremonial belaka, melainkan agenda strategis penyelamatan aset kebudayaan daerah.

​Dari kursi parlemen, Rai Wirata aktif menjembatani aspirasi krama dengan memastikan kebijakan fiskal dan pos bantuan kebudayaan berpihak pada penguatan desa adat. Langkah ini diambil guna meringankan urunan masyarakat tanpa mengurangi kekhidmatan maupun esensi tatanan upacara.

​Peran aktif anggota dewan tersebut memberi ruang aman bagi masyarakat untuk memusatkan energi pada transfer pengetahuan antargenerasi. Gotong royong yang terbangun kian solid karena warga merasakan adanya pendampingan nyata dari lembaga legislatif dalam merawat jati diri leluhur.

​Keberhasilan menghidupkan kembali karya agung setelah 60 tahun membuktikan bahwa kearifan lokal tetap memiliki daya lenting tinggi. Perpaduan antara dedikasi krama di akar rumput dan komitmen politik Rai Wirata di lembaga dewan mengukuhkan fondasi kokoh bagi keberlangsungan peradaban adat ke depan. (brv)