Jaga Keseimbangan Alam, Wabup Badung Hadiri Pakelem Pemahayu Jagat di Jimbaran

upacara pakelem pemahayu jagat (4)
Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, mengikuti prosesi Upacara Pakelem Pemahayu Jagat Nangluk Merana di Pantai Muaya Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Jumat (19/12/2025).
banner 468x60

MANGUPURANEWS – BADUNG, Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, bersama Ny. Yunita Alit Sucipta, menghadiri sekaligus melaksanakan persembahyangan dalam rangkaian Upacara Pakelem Pemahayu Jagat Nangluk Merana yang digelar di Pantai Muaya, Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Jumat (19/12/2025).

Upacara sakral tersebut dipuput oleh sejumlah sulinggih, yakni Ida Pedanda Gede Buruan, Ida Pedanda Putra Bukit, Ida RSI Bhujangga Wastana, serta Ida Pandita Mpu Jaya Wijaya Nanda. Prosesi berlangsung khidmat sebagai wujud bhakti dan permohonan keselamatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Dalam pelaksanaannya, Wabup Badung didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Badung, perwakilan PHDI Badung, serta Bendesa Adat Jimbaran, melaksanakan prosesi Mulang Pakelem di tengah segara. Sarana upacara meliputi persembahan hewan seperti kambing, itik, dan ayam yang dilarung ke laut sebagai simbol penyucian alam serta ungkapan rasa syukur atas anugerah semesta.

Usai prosesi, Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia serta pihak terkait yang telah berkontribusi sehingga upacara Pakelem dan Nangluk Merana dapat terlaksana dengan baik dan lancar.

upacara pakelem pemahayu jagat (2)
upacara pakelem pemahayu jagat

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama dan berpartisipasi dalam pelaksanaan upacara ini. Semoga melalui yadnya ini, Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan anugerah keselamatan, kerahayuan, dan keseimbangan alam semesta, serta menjauhkan masyarakat dari berbagai musibah dan marabahaya,” ungkapnya.

Diketahui, Upacara Pakelem bertujuan memohon perlindungan bagi masyarakat, khususnya para nelayan dalam memanfaatkan laut, sekaligus menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dan alam. Sementara itu, Upacara Nangluk Merana bermakna sebagai upaya niskala untuk memohon keselamatan serta menolak bala, termasuk mengendalikan hama dan penyakit yang kerap muncul pada musim pancaroba.

Upacara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan Badung, PHDI Badung, Bendesa Adat Jimbaran, Lurah Jimbaran, para Bendesa Adat se-Badung, serta krama adat Jimbaran. (red)

 

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses